Monopoli Bukan Milik yang Pertama, Tapi yang Tidak Bisa Dikejar
Memverr punya satu target jangka panjang yang cukup ambisius. Mengalahkan jumlah followers Instagram Apple.


Memverr punya satu target jangka panjang yang cukup ambisius.
Mengalahkan jumlah followers Instagram Apple.
Kami tahu bagaimana kedengarannya. Apple punya lebih dari 30 juta followers. Memverr, saat artikel ini ditulis, belum ada di angka itu. Bahkan belum dekat. Bahkan jarak antara kami dan Apple di Instagram mungkin lebih jauh dari jarak bumi ke bulan jika diukur dalam satuan followers.
Tapi bukan angkanya yang penting. Yang penting adalah cara berpikir yang ada di baliknya.
Karena Apple sendiri tidak membangun kerajaannya dengan berpikir kecil. Dan dari cara mereka membangun sesuatu, ada satu pelajaran yang cukup mengubah cara kami memandang apa yang sedang kami bangun di Memverr.
Pelajaran dari Buku yang Judulnya Terdengar Arogan
Zero to One, buku yang ditulis Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal, punya satu argumen utama yang terasa kontraintuitif ketika pertama kali dibaca.
Kompetisi itu buruk.
Bukan buruk dalam arti tidak sehat. Tapi buruk dalam arti bahwa bisnis yang terus bersaing di pasar yang sama, dengan cara yang sama, untuk pelanggan yang sama, akhirnya tidak ada yang benar-benar menang. Mereka semua menggerus margin satu sama lain sampai tidak ada yang tersisa.
Yang benar-benar menang adalah bisnis yang berhasil keluar dari kompetisi itu. Yang membangun sesuatu yang tidak bisa dengan mudah dikejar oleh yang lain.
Dan menariknya, Thiel bilang monopoli yang nyata bukan lahir dari siapa yang datang pertama. Ia lahir dari siapa yang membangun keunggulan yang jaraknya terlalu jauh untuk dijembatani kompetitor.
Salah satu cara paling konkret untuk melakukan itu adalah membangun ekosistem. Produk yang tidak berdiri sendiri, tapi saling terhubung satu sama lain sampai pindah ke kompetitor bukan hanya malas, tapi terasa seperti memulai hidup dari awal.
Apple Tidak Selalu yang Pertama
Apple bukan yang pertama membuat MP3 player. Creative dan Rio sudah ada duluan. Bahkan iPod bukan yang paling banyak fiturnya ketika pertama dirilis.
Apple bukan yang pertama membuat smartphone. BlackBerry dan Nokia sudah menguasai pasar sebelum iPhone ada. Di banyak negara, BlackBerry adalah standar profesional yang tidak terbantahkan.
Apple bukan yang pertama membuat tablet. Banyak yang sudah mencoba sebelum iPad lahir, dan sebagian besar gagal bukan karena teknologinya buruk, tapi karena tidak ada yang tahu untuk apa tablet itu sebenarnya digunakan.
Tapi yang terjadi setelahnya bukan tentang siapa yang pertama. Yang terjadi adalah Apple membangun sesuatu yang jaraknya terlalu jauh untuk dikejar oleh yang sebelumnya, bukan hanya dari sisi teknologinya, tapi dari cara semua produk mereka bekerja bersama.
iPhone terhubung dengan Mac. Mac terhubung dengan iPad. iPad terhubung dengan Apple Watch. Apple Watch terhubung dengan AirPods. Semuanya berjalan dalam satu ekosistem yang dirancang untuk saling melengkapi, bukan saling bersaing atau berdiri sendiri-sendiri.
Dan ketika seseorang sudah cukup dalam masuk ke ekosistem itu, keputusan untuk pindah bukan lagi tentang apakah ada alternatif yang lebih murah atau lebih canggih. Keputusannya adalah apakah kamu rela kehilangan semua konektivitas yang sudah terbentuk.
Sebagian besar orang memilih untuk tidak pindah.
Itu bukan loyalitas yang dibangun dari iklan. Itu loyalitas yang dibangun dari ketergantungan, bukan juga loyalitas yang di bangun dari harga yang murah, tapi loyalitas yang terasa nyaman.
Memverr Bukan Apple, Tapi Prinsipnya Sama
Kami tidak punya ratusan juta pengguna. Dan soal followers Instagram, sudah kami akui di awal bahwa jarak kami ke Apple masih cukup jauh untuk membuat perbandingan itu terasa seperti lelucon yang tidak ada yang tertawa.
Tapi prinsip yang sama sedang kami coba terapkan dalam skala yang jauh lebih kecil dan konteks yang jauh lebih spesifik.
Memverr tidak dirancang untuk jadi platform yang mencoba melakukan segalanya. Kami tidak ingin menjadi all-in-one yang mengelola marketing, akuisisi pelanggan, keuangan bisnis, dan inventori sekaligus. Itu bukan kami dan tidak akan pernah menjadi kami.
Yang kami bangun adalah ekosistem internal yang spesifik untuk bisnis berbasis member.
Sekarang ekosistem itu terdiri dari dua hal: Memverr untuk manajemen member dan pembayaran, dan kasir sederhana yang terintegrasi di dalamnya. Dua hal yang untuk bisnis gym atau studio, selalu berjalan berdampingan setiap harinya.
Sebelum ada integrasi itu, owner harus membuka dua sistem yang berbeda. Cek siapa yang sudah bayar membership di satu tempat, catat transaksi kasir di tempat lain, lalu secara manual memastikan data keduanya tidak bertabrakan. Pekerjaan yang kecil tapi berulang, dan berulang adalah kata lain untuk menguras waktu tanpa kamu sadari.
Dengan keduanya terintegrasi, alur itu menjadi satu. Data member dan data transaksi berbicara dalam bahasa yang sama, dalam satu sistem, tanpa perlu ada yang menjembataninya secara manual.
Kenapa Ekosistem Lebih Kuat dari Fitur
Ada perbedaan mendasar antara menambahkan fitur dan membangun ekosistem.
Menambahkan fitur berarti produk kamu bisa melakukan lebih banyak hal. Membangun ekosistem berarti produk-produk kamu membuat satu sama lain lebih kuat ketika dipakai bersama.
Contoh yang paling mudah dirasakan: earphone biasa bisa dipakai dengan iPhone. Tapi AirPods, ketika dipakai dengan iPhone, punya kemampuan yang tidak bisa didapat kalau kamu pakai earphone lain. Bisa berpindah otomatis antar perangkat. Bisa pause ketika dilepas. Bisa sinkronisasi pengaturan di semua perangkat Apple yang kamu punya. Bukan karena earphone-nya lebih canggih secara universal, tapi karena keduanya dirancang untuk saling mengenal.
Itu yang membuat ekosistem berbeda dari sekadar koleksi fitur.
Untuk Memverr, prinsipnya sama. Kasir yang terintegrasi dengan manajemen member bukan sekadar fitur tambahan. Ia membuat data member lebih berguna, membuat pencatatan transaksi lebih relevan, dan membuat gambaran keseluruhan bisnis lebih lengkap dari yang bisa diberikan oleh dua sistem yang berdiri sendiri.
Dan setiap integrasi baru yang kami tambahkan ke dalam ekosistem ini, bukan ke luar dalam bentuk fitur yang tidak terhubung, membuat keseluruhan sistemnya makin sulit untuk ditinggalkan. Bukan karena kami mengunci pengguna secara paksa, tapi karena nilai yang dirasakan dari keseluruhan ekosistem jauh lebih besar dari nilai masing-masing bagiannya.
Yang 10x Lebih Baik Tidak Selalu Terlihat dari Luar
Thiel menyebut angka 10x. Untuk menang benar-benar, produkmu harus 10x lebih baik dari alternatif yang ada, bukan hanya sedikit lebih baik. Sedikit lebih baik tidak cukup untuk membuat orang berpindah dari kebiasaan yang sudah ada. Tapi 10x lebih baik menciptakan argumen yang sulit diabaikan.
Tapi 10x lebih baik tidak selalu berarti lebih banyak fitur atau desain yang lebih keren.
Untuk bisnis gym dengan 200 member yang selama ini mengelola semuanya dengan spreadsheet dan grup WhatsApp, 10x lebih baik artinya bisa menjawab pertanyaan paling dasar mereka dalam hitungan detik. Hari ini siapa yang sudah bayar? Siapa yang jatuh tempo minggu ini? Berapa total pemasukan bulan ini?
Kalau sebelumnya menjawab pertanyaan itu butuh 20 menit buka spreadsheet, cari data, cocokkan dengan rekening koran, sistem yang menjawabnya dalam 10 detik itu bukan hanya lebih baik. Ia 10x lebih baik dari cara yang pernah ada sebelumnya. Bukan karena teknologinya ajaib. Tapi karena masalah yang diselesaikannya sangat nyata dan sangat sering terjadi.
Dan ketika integrasi kasir masuk, 10x itu bertambah lagi. Karena sekarang data transaksi harian dan data membership tidak perlu dikelola di dua tempat yang berbeda. Satu sistem yang saling berbicara selalu lebih baik dari dua sistem yang harus dijembatani secara manual.
Rencana Kami Selanjutnya, dan yang Tidak Ada di Rencana
Ekosistem Memverr hari ini masih kecil. Dua komponen, satu integrasi.
Tapi arahnya jelas. Setiap sesuatu yang kami tambahkan akan selalu berada dalam satu pertanyaan yang sama: apakah ini membuat ekosistem manajemen member menjadi lebih kuat secara keseluruhan?
Kalau jawabannya iya, kami pertimbangkan.
Kalau jawabannya tidak, bahkan jika itu terdengar menarik dan banyak yang memintanya, kami tolak. Karena menambahkan sesuatu yang tidak terhubung ke ekosistem yang sedang dibangun bukan pertumbuhan. Itu distraksi yang terasa seperti pertumbuhan.
Apple tidak menambahkan fitur kulkas ke iPhone meskipun secara teknis mungkin. Bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak ada hubungannya dengan ekosistem yang sedang mereka jaga.
Kami memiliki prinsip yang sama. Dengan skala yang jauh lebih kecil. Dan dengan target followers Instagram yang, kalau kami jujur, masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami capai.
Tapi kami tidak terburu-buru. Apple juga tidak langsung punya 30 juta followers di hari pertama.
Kalau kamu pengelola bisnis membership dan ingin lihat seperti apa ekosistem yang sedang kami bangun, mulai dari memverr.com/platform-manajemen-member.
Atau langsung coba di memverr.com.

