MemverrbyRaineira
Baca Artikel
Fitur
Harga
Beralih ke Memverr
Produk
QnA
FiturHargaBeralih ke MemverrProdukQnA
Baca Artikel

Produk

  • Platform Member
  • Beralih ke Memverr
  • Gym & Fitness
  • Coworking Space
  • Studio Yoga & Pilates
  • Recurring Payment
  • Tagihan Otomatis
  • WhatsApp Automation
  • Shop

Harga

  • Paket Harga
  • Fitur Lengkap
  • FAQ

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Artikel
  • Kontak
  • Lowongan

Bantuan

  • Pusat Bantuan
  • Lacak Pesanan
  • Security
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

Kontak

  • Cirebon, Indonesia
  • Memverr.official@gmail.com
  • +62 897-2505-222
MemverrbyRaineira
•

© 2026 Memverr. All rights reserved. Made with ❤️ in Indonesia

memverr

Tanya via WhatsApp
Semua artikel

Daftar isi

0%
  • DKV, Komik, dan Aset Desain yang Tidak Direncanakan
  • Pulang ke Cirebon dengan Rencana yang Sangat Sederhana
  • Tidak Ada Rutinitas, dan Itu Disengaja
  • Genshin Impact, Banyak Game Lain, dan Pelajaran tentang Caviar dari Stardew Valley
  • Ekspektasi Kalian Terlalu Kecil
Semua artikel
Owner Insight

Alif Naufal Muzakki: Orang yang Tidak Pernah Posting tapi Bikin Artikel Tentang Dirinya Sendiri

Saya Alif Naufal Muzakki. Saya hampir tidak ada di internet. Tidak aktif di media sosial. Postingan terakhir saya itu beberapa tahun lalu, sebuah ilustrasi digital yang saya buat sendiri dan rasanya sayang kalau tidak dibagikan. Setelah itu tidak ada lagi.

Tim Memverr

Tim Memverr

8 September 2026 · 7 menit baca

Alif Naufal Muzakki: Orang yang Tidak Pernah Posting tapi Bikin Artikel Tentang Dirinya Sendiri
  • DKV, Komik, dan Aset Desain yang Tidak Direncanakan
  • Pulang ke Cirebon dengan Rencana yang Sangat Sederhana
  • Tidak Ada Rutinitas, dan Itu Disengaja
  • Genshin Impact, Banyak Game Lain, dan Pelajaran tentang Caviar dari Stardew Valley
  • Ekspektasi Kalian Terlalu Kecil

Kalau kamu sampai di sini karena mengetik nama saya di Google, ini berhasil.

Saya Alif Naufal Muzakki. Saya hampir tidak ada di internet. Tidak aktif di media sosial. Postingan terakhir saya itu beberapa tahun lalu, sebuah ilustrasi digital yang saya buat sendiri dan rasanya sayang kalau tidak dibagikan. Setelah itu tidak ada lagi.

Bukan karena sibuk. Bukan karena sedang healing. Bukan karena ada sesuatu yang saya sembunyikan dari dunia. Tapi karena memang tidak pernah terasa perlu. Saya tidak tumbuh dengan kebutuhan untuk memberitahu orang-orang bahwa saya masih hidup dan melakukan sesuatu. Orang yang perlu tahu kabar saya, saya kabari langsung. Biasanya karena ketemu langsung. Dan itu sudah cukup.

Artikel ini ada karena satu alasan yang sangat jujur: saya ingin nama saya muncul di Google. Alif Naufal Muzakki. Seseorang yang tidak ada di mana-mana di internet tapi memilih ada di sini, di blog produk yang sedang ia bangun. Ini bukan kontradiksi. Ini pilihan yang sangat disengaja. Ada bedanya antara merasa wajib hadir di semua platform dan memilih satu tempat yang relevan untuk ditemukan.

Dan kalau kamu menemukan artikel ini karena mencari nama saya, maka tujuannya sudah tercapai.

DKV, Komik, dan Aset Desain yang Tidak Direncanakan

Saya lulusan DKV Telkom University, cumlaude, lulus awal 2023. Masuk karena ingin bikin komik. Keluar dengan bisnis aset desain yang masih jalan sampai sekarang. Begitulah rencana bekerja: hampir tidak pernah sesuai ekspektasi awal, tapi kadang hasilnya lebih baik dari yang direncanakan.

Waktu SMA, kemampuan menggambar saya ada di angka 0.5 dari 10. Bukan angka yang menggembirakan untuk seseorang yang ingin masuk jurusan desain. Dalam kurang dari setahun sebelum masuk kuliah, saya berlatih setiap hari, pulang sekolah sampai tengah malam, sampai bisa bersaing dengan teman-teman yang sudah menggambar bertahun-tahun lebih lama. Bukan karena bakat tiba-tiba muncul. Tapi karena tidak ada pilihan lain kalau memang mau masuk.

Di kampus, arah bergeser dari komik ke sesuatu yang lebih komersial. Saya menemukan bahwa menjual aset desain digital, font, template, elemen grafis, adalah sistem yang jauh lebih masuk akal untuk cara kerja saya. Dibuat sekali, dijual berkali-kali, royalti masuk tanpa harus menjual waktu ke klien satu per satu. Dibandingkan dengan menjadi freelancer yang harus terus mencari proyek dan menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain, model ini terasa jauh lebih sesuai dengan cara saya ingin bekerja.

Bisnis itu masih jalan sampai sekarang. Meskipun sekarang tidak seaktif dulu karena fokus sudah bergeser ke tempat lain.

Pulang ke Cirebon dengan Rencana yang Sangat Sederhana

Setelah wisuda saya pulang ke Cirebon. Ini bukan keputusan yang dramatis. Saya memang orang Cirebon dan tidak ada alasan yang cukup kuat untuk tidak kembali ke sana.

Rencana awalnya sederhana: lanjutkan aset desain, hidup mandiri, tidak terlalu ribet. Dan tahun pertama berjalan persis seperti itu. Penghasilan ada, waktu banyak, tidak ada atasan, tidak ada yang bisa komplain.

Tapi lama-lama terasa monoton.

Bukan karena hidupnya buruk. Justru karena hidupnya terlalu diam. Ketika tidak ada tekanan dari luar, ternyata yang muncul bukan kedamaian yang saya bayangkan, tapi kesadaran bahwa tujuan saya ternyata lebih besar dari sekadar tidak perlu ngapa-ngapain dan penghasilan cukup. Itu tujuan yang bagus untuk dicapai. Tapi ketika sudah tercapai, ternyata bukan titik akhir yang saya kira.

Akhirnya saya mulai mencoba hal-hal yang sebelumnya tidak pernah saya sentuh. Keluar dari zona yang selama ini nyaman sebagai seseorang yang tinggal menerima royalti. Masuk ke dunia bisnis yang lebih nyata, di mana saya yang harus datang ke pasar, bukan menunggu pasar datang sendiri. Cara berpikirnya berbeda, cara kerjanya berbeda, dan pelajarannya datang dari tempat yang tidak bisa dibeli dari kelas manapun.

Ada yang gagal. Ada yang masih jalan. Dan Memverr adalah salah satu yang sampai sekarang masih hidup dan terus berkembang.

Tidak Ada Rutinitas, dan Itu Disengaja

Saya tidak punya rutinitas yang tetap. Tidak ada alarm yang sama setiap hari. Tidak ada jadwal yang diikuti dengan disiplin ketat. Saya pergi ke mana hati membawa dan mengerjakan apa yang terasa perlu dikerjakan hari itu.

Ini mungkin terdengar tidak produktif. Dan mungkin memang tidak cocok untuk semua orang. Tapi saya sudah cukup lama mengenal diri sendiri untuk tahu bahwa cara ini yang paling jujur dengan bagaimana saya bekerja paling baik. Saya tidak produktif karena ada jadwal yang memaksa. Saya produktif ketika sesuatu terasa perlu diselesaikan dan saya memang ingin menyelesaikannya.

Yang konsisten dari keseharian saya bukan jadwalnya, tapi standarnya. Saya tahu apa yang perlu diselesaikan, kapan sesuatu cukup dan kapan belum, dan kapan sesuatu harus ditunda karena ada yang lebih penting. Dan saya tidak butuh struktur dari luar untuk menjaga itu tetap berjalan.

Apakah cara ini selalu efisien? Tidak selalu. Ada hari-hari yang tidak banyak menghasilkan. Tapi saya sudah berdamai dengan itu.

Genshin Impact, Banyak Game Lain, dan Pelajaran tentang Caviar dari Stardew Valley

Saya juga tidak suka game mobile. Bukan karena kualitasnya, tapi karena saya tidak pernah punya state yang jelas kapan saya siap main. Mobile game bisa dimainkan kapan saja di mana saja, dan itu bukan kelebihan untuk saya. Itu yang membuat batasnya blur. Tidak ada ritual untuk mulai, tidak ada momen yang menandakan bahwa sekarang waktunya main dan nanti waktunya berhenti.

Tapi selama tiga tahun saya main Genshin Impact. Di PC, bukan mobile. Dan awalnya memang menyenangkan. Ceritanya bagus. Dunianya menarik. Karakter-karakternya punya kedalaman yang tidak biasa. Saya main bukan karena harus, tapi karena memang mau.

Sampai perlahan semuanya berubah. Sistem daily quest yang harus dikerjakan setiap hari. Resin yang terbuang kalau tidak dipakai. Battle pass yang saya bayar dan merasa harus dimaksimalkan. Event terbatas yang hadiahnya hilang kalau tidak diselesaikan dalam window tertentu. Semuanya terakumulasi menjadi daftar kewajiban harian. PR harian yang wajib dikerjakan, dibungkus dalam kemasan game.

Dan setelah tiga tahun, saya sudah terlalu kuat di sana. Kontennya tidak lagi menantang. Ceritanya tidak lagi cukup untuk menahan saya. Yang tersisa hanya rutinitas yang tidak bisa saya hentikan karena merasa sayang dengan yang sudah dibangun.

Itu bukan alasan yang bagus untuk terus melakukan sesuatu.

Akhirnya saya berhenti. Rasanya seperti melepas beban yang tidak pernah saya sadari sedang saya bawa.

Sekarang saya main banyak game. Yang terbaru adalah Cyberpunk 2077 dan Stardew Valley. Tidak ada kewajiban harian. Tidak ada yang terbuang kalau skip sehari. Kalau ingin main, main. Kalau tidak, tidak ada yang rugi. Batas antara main dan tidak main ada di tangan saya sepenuhnya.

Dan dari Stardew saya belajar tentang caviar tanpa merencanakan untuk belajar tentang caviar.

Kemarin saya sedang farming sturgeon di danau dalam game, ikan yang hasilnya bisa dipakai untuk membuat caviar, dan tiba-tiba saya penasaran dengan proses pembuatan caviar sungguhan. Bagaimana sturgeon dipelihara, bagaimana telurnya diambil, kenapa harganya bisa semahal itu. Saya habiskan beberapa menit membaca tentang itu.

Bukan pengetahuan yang berguna untuk pekerjaan apapun hari itu. Bukan sesuatu yang ada di to-do list siapapun. Tapi sekarang saya tahu. Dan saya tahu itu bukan karena ada yang menyuruh, tapi karena rasa ingin tahu muncul sendiri dari sesuatu yang sedang saya lakukan.

Itu jenis belajar yang paling tidak terasa seperti belajar. Dan biasanya yang paling membekas.

Ekspektasi Kalian Terlalu Kecil

Mayoritas orang yang baru pertama kali bertemu saya mungkin lupa dengan saya setelah beberapa waktu. Saya tidak peduli dengan itu. Bukan karena saya tidak menghargai orang-orang yang saya temui. Tapi karena saya tidak membangun kehadiran saya di atas kesan yang diberikan kepada orang asing. Yang penting bagi saya adalah orang-orang yang sudah cukup lama mengenal saya untuk tahu siapa saya sebenarnya, bukan versi pertama yang mereka lihat di momen pertemuan yang terlalu singkat untuk memberikan gambaran yang akurat tentang siapapun.

Orang-orang di sekitar saya kadang punya ekspektasi yang cukup besar terhadap saya. Entah dari mana datangnya. Mungkin dari cara saya berbicara tentang sesuatu. Mungkin dari apa yang sudah dibangun. Mungkin dari hal-hal yang mereka dengar dari orang lain.

Saya tidak pernah terbebani dengan itu. Tidak pernah merasa perlu memenuhi ekspektasi orang lain sebagai prioritas. Justru setiap kali ada yang menyebut ekspektasi besar, yang muncul di kepala saya selalu sama.

Ekspektasi kalian terlalu kecil.

Bukan karena saya sombong atau sudah mencapai sesuatu yang luar biasa. Belum. Masih sangat banyak yang sedang dibangun dan belum selesai. Tapi karena saya tahu apa yang sedang saya tuju, dan apa yang sedang saya tuju lebih besar dari apapun yang biasanya ada di kepala orang ketika mereka menyebut kata ekspektasi besar terhadap saya.

Kalau kamu penasaran dengan apa yang sedang saya bangun, mulai dari memverr.com atau lihat lebih detail di memverr.com/platform-manajemen-member.

Memverr adalah platform manajemen member untuk bisnis berbasis membership di Indonesia. Gym, studio, kelas kursus, apapun yang punya member dengan pembayaran berulang. Itu yang sedang saya kerjakan sekarang, dan itu yang membuat saya merasa seperti konteks yang tepat setelah perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke sini.

Kalau hanya penasaran siapa saya, sekarang kamu sudah tahu cukup banyak. Sisanya akan terlihat dari apa yang dibangun, bukan dari apa yang ditulis tentang diri sendiri.

#founder insight#selamat datang#manajemen member
Bagikan

Artikel lainnya

  • Cara Menghitung Member Aktif Gym (Angkanya Sering Menipu)

    Tutorial

    Cara Menghitung Member Aktif Gym (Angkanya Sering Menipu)

  • Data: Berapa Lama Rata-Rata Member Gym Bertahan Sebelum Berhenti?

    Industry News

    Data: Berapa Lama Rata-Rata Member Gym Bertahan Sebelum Berhenti?

  • Panduan Lengkap Membuat Paket Membership Fleksibel (Bulanan, Kuartalan, Tahunan)

    Tutorial

    Panduan Lengkap Membuat Paket Membership Fleksibel (Bulanan, Kuartalan, Tahunan)

  • Excel vs Software Membership: Kapan Kamu Harus Berpindah?

    Marketing & Tips

    Excel vs Software Membership: Kapan Kamu Harus Berpindah?

Kelola member tanpa ribet

Member, pembayaran, dan check-in dalam satu dashboard. Gratis 30 hari.

Coba gratis

Baca juga

Semua artikel
  • Daftar, Bayar, Masuk. Tanpa Install Aplikasi.

    Owner Insight

    Daftar, Bayar, Masuk. Tanpa Install Aplikasi.

    13 Oktober 2026 · 8 min baca

  • Fitur Coach Kami Jarang Dipakai, dan Kami Tidak Menyesal

    Owner Insight

    Fitur Coach Kami Jarang Dipakai, dan Kami Tidak Menyesal

    6 Oktober 2026 · 8 min baca

  • Siapa yang Seharusnya Mengabsen Siapa?

    Owner Insight

    Siapa yang Seharusnya Mengabsen Siapa?

    15 September 2026 · 7 min baca

Siap mencoba Memverr?

Kelola member, pembayaran, dan check-in bisnis membership Anda dari satu dashboard yang rapi.

  • Gratis 30 hari trial
  • Tidak perlu kartu kredit
  • Setup dalam 5 menit
  • Support via WhatsApp
  • Cancel kapan saja
Coba gratis 30 hari
Hubungi kami via WhatsApp